Cerita Dewasa – Mencicipi Memek Anak Majikanku

6865 views

Cerita Dewasa – Mencicipi Memek Anak Majikanku | Aku tak kuliah dan memilih untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi keluargaku, saat SMA dulu banyak wanita yang menyukaiku karena aku memang tampan,tetapi jujur tak ada yang dapat meluluhkan hatiku. Aku baru saja lulus dari SMA dan akan mencari pekerjaan.

Cerita Dewasa - Mencicipi Memek Anak Majikanku Cerita Dewasa - Mencicipi Memek Anak Majikanku Cerita Dewasa - Mencicipi Memek Anak Majikanku 111

Cerita Dewasa – Mencicipi Memek Anak Majikanku

Cerita Dewasa – Mencicipi Memek Anak Majikanku | Akupun melihat lowongan pekerjaan di Koran,yang menarik perhatianku adalah sebuah toko pakaian yang baru buka,mereka mencari seorang pegawai, aku berangkat ke toko itu dengan segera menggunaka sepeda motorku.Setelah 30 menit akhirnya aku melihat sebuah toko baju, menurutku toko itu lumayan besar, akupun masuk ke sana,tak ada seorangpun kecuali seorang tante yang kira-kira berumur 50 tahunan di tempat kasir, akupun menghampirinya, aku tersenyum padanya dan dia membalas senyumanku,

“Eh,nyonya,saya mencari pekerjaan” Kataku membuka percakapan
“Oh,iya, pegawai kami baru saja keluar, kamu boleh bekerja di sini”

Setelah itu nyonya itu menjelaskan padaku mulai dari peraturan, cara menyapa, cara melayani, dan lain – lain.

“Wah,kamu cepat tangkap,ya?” Kata nyonya itu sambil tersenyum

Akupun tersenyum kecil saja.Belakangan kuketahui nyonya itu bernama nyonya Leni, kulitnya berwarna putih,rambut panjang, dan wajahnya agak cantik menurutku.

“Dengar Hadi,aku mau pergi sebentar, kamu tolong awasi toko ini”
“Wah,tapi saya baru bekerja nyonya”

“Tak apa-apa,nanti akan kusuruh putriku turun menemanimu”
“Hmmmm, oke, deh” Jawabku tersenyum.

Nyonya Leni pun memanggil nama “Ressa, Ressa”, dari belakang pintu di sebelah kasir terdengar suara seorang gadis.

Cerita Dewasa – Mencicipi Memek Anak Majikanku | Lalu gadis itu pun keluar, sungguh aku terpesona padanya,gadis bernama Ressa itu sungguh cantik,tubuhnya mungil dan agak montok,payudaranya lumayan besar,pantatnya montok berisi,kulitnya putih,rambut hitam panjang,dan senyumannya adalah senyuman termanis yang pernah kulihat,kuakui aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.Setelah nyonya Leni pergi,kuberanikan diri untuk menyapanya

“Hai”
“Hai,pegawai baru,ya?”
“Iya”Jawabku tersenyum

Kamipun berbincang – bincang sebentar,dapat kuketahui Ressa sekarang berumur 18 tahun,ibunya adalah seorang wanita sibuk,begitu juga dengan ayahnya,jadi dia sering membantu menjaga toko,tak lama kemudian seorang pelanggan datang,akupun melayaninya secepatnya agar bisa berbincang – bincang dengan Ressa,setelah pelanggan itu mendapat barang yang dia inginkan dan membayar,akupun kembali ke dekat kasir.

“Kalo jam sekarang masih sepi,Had,nanti sekitar jam 3 baru ramai”
“Ohhh,akupun mengangguk

Harus kuakui Ressa sangat asyik,semua omongan jadi nyambung,baru pertama kali ini aku menemui gadis seperti ini.

“Ress,kamu sudah punya pacar?”Tanyaku penasaran
“Belum,kalo kamu?”
“Aku juga belum”

“Oh,kita sama-sama single,dong”Katanya sambil tersenyum

Akupun tersenyum,rasanya aku ingin membalas “Kamu mau tidak sama aku?”Tapi aku tidak berani mengatakannya,jujur pertama ini aku bisa mengobrol lama dengan seorang gadis.Keringatku tak berhenti bercucuran pertanda aku gugup.

“Panas,ya?”Tanya Ressa
“Hmmm,tidak,kok”Jawabku

“Hehehe,kamu keringatan,ya?”
“Iya,anggukku membalas candanya

Setelah lima menit seorang pelanggan masuk lagi,akupun melayaninya dan kembali ke Ressa

“Had,kamu asyik,ya,orangnya?”

Aku terkejut mendengarnya,ternyata leluconku yang dari tadi kuluncurkan dapat meluluhkan hatinya

“Ah,kamu juga asyik,kok”Jawabku dengan tersenyum

Wajah cantiknya tersenyum manis, penisku terasa tak dapat diturunkan,sangat tegang.Kami berpandangan sebentar,lalu kuberanikan diri untuk menciumnya,jantungku serasa berdegup kencang,Ressa agak terkejut,tapi dia tak memberontak, kukulum bibirnya dengan mesra,kami berciuman ala French Kiss,ini adalah ciuman pertamaku.

Suasana semakin memanas,kuberanikan diriku untuk mnyentuh payudara 34 B nya,Ressa agak terkejut,tapi karena terlanjur nafsu dia membiarkan tanganku bermain sambil mulutku mencumbui mulutnya,sejenak Ressa memberhentikan permainanku.

“Wan, kamu kunci pintu dulu, deh, malu kalau diliat orang nanti”

Akupun melangkah dengan cepat ke pintu depan, segera kukunci pintu itu dan kuganti tanda di pintu menjadi “CLOSE”

Lalu aku segera berjalan kea rah Ressa, Ressa mengajakku masuk ke dalam tokonya dan dia mengajakku ke kamarnya, setelah sampai ke kamarnya di lantai 2, kuberanikan diri untuk menciumnya lagi, Ressa membalas ciumanku dengan mesrah.

Cerita Dewasa – Mencicipi Memek Anak Majikanku | Sementara tanganku kembali meremas payudara Ressa yang sudah mengeras, setelah lima menit kuberanikan diri untuk membuka pakaianku satu persatu, saat penisku yang besar terpampang, Ressa cukup kaget dan agak jijik, ini mungkin adalah pertama kalinya dia melihat sebuah penis, sementara selama ini aku tak pernah berhubungan badan, aku hanya mendapatkan ilmu dari film biru yang selalu kutonton.

Ressa tak tahu harus berbuat apa dengan penisku yang dari tadi sudah menegang, dia hanya memandanginya sambil kadang menyentuhnya dengan jarinya, kutuntun dia agar menunduk dan menjilat penisku

“Ah, jijik, Had, gak mau ah” tolaknya
“Ayo deh, Ress, entar kamu bakal merasakan kenikmatan” kataku meyakinkan

Ressa akhirnya menyetujuinya entah karena dia sudah bernafsu atau terpancing kata – kataku, dia memasukkan penisku ke dalam mulutnya, lalu dia mengulumnya dengan lembut, pertama terasa agak kaku, tapi setelah terbiasa, kulumannya terasa nikmat, membuatku merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan.

Setelah puas bermain dengan penisku Ressa kembali berdiri dan tersenyum manis padaku yang semakin membuat nafsuku meningkat, kubuka bajunya dengan perlahan, dia tak menolak, malah tersenyum

Pasti dia sudah nafsu pikirku, sampai Ressa telanjang bulat, kulihat pemandangan yang sungguh indah di depanku, payudaranya yang montok dengan puting berwarna pink yang sudah mengeras, sedangkan memeknya masih berwarna merah muda, ditumbuhi bulu – bulu halus.

Akupun menjilat payudaranya dan memainkan putingnya, Ressa agak kegelian, tetapi dia menikmatinya, terdengar dari desahan kecilnya dan rontaan pelannya, setelah puas dengan payudaranya, aku melakukan French kiss dengannya sbentar sambil tanganku menelusuri memek perawannya.

Memeknya masih mulus dan halus pertanda Ressa sering merawatnya, setelah puas, akupun menuntun Ressa ke tempat tidurnya, lalu kubaringkan di sana

“Apa yang akan kamu lakukan, Had?” Tanyanya heran

“Aku akan menusukkan penisku pada memekmu, agak sakit sebentar, tapi nanti akan sangat nikmat deh” Kataku padanya

“Jangan, Had, aku masih perawan”

Tak kudengarkan lagi kata-katanya karena terlalu nafsu, kuarahkan penisku pada memek Ressa yang sudah basah, sementara Ressa hanya bisa berkata “Jangan, Wan”, sebenarnya aku agak kasihan, tetaapi aku sudah terlanjur nafsu, kumasukkan penisku perlahan pada memeknya yang basah.

Ressa berteriak dengan keras saat kupaksakan masuk penisku, penisku sulit masuk karena memek Nia masih sempit, saat kumasukkan perlaha, wajah cantik Ressa mengeluarkan air mata dan Ressa mendesah kesakitan.

Akhirnya setelah lima menit, seluruh penisku masuk dalam memeknya, seperti yang kuduga, Ressa merasakan kenikmatan luar biasa, saat semula dia meronta, dia kini sudah tenang dan menikmati permainanku, kutusukkan secara perlahan lalu semakin cepat,

“Ahhh, Had, enak, Had, ahhh, terusin, Had, Akkkhh”

Kurasakan penisku seperti dipijit oleh memeknya, sangat nikmat terasa sehingga aku memejamkan mataku menikmati kenikmatan itu, kuteruskan memajumundurkan penisku pada memeknya yang sempit, Ressa mendesah kecil sambil memejamkan mata, air mata masih mengalir di pipinya sementara tubuhnya berkeringat.

Saat kulihat wajahnya yang berkeringat, entah kenapa aku semakin nafsu, sehingga kucepatkan tusukanku yang membuat Ressa mendesah semakin keras, sementara penisku dipijat dengan lebih keras oleh memeknya.

“Akkkhh, Ssssst, ahhhhh, Had, enak, Had, Ahhhh”Begitulah kata yang muncul dari mulut Ressa pertanda dia suka dengan permainanku.

Stelah 20 menit kurasakan kenikmatan itu, Ressa mengalami orgasme hebat, cairan hangat keluar dari memeknya, akupun mencabut penisku, lalu kukocokkan dengan cepat di depan wajahnya, spermaku berceceran di wajahnya

Ressa pun terbaring lemas, semula aku kasihan karena dia sudah capek, tapi setelah melihat tubuhnya yang dipenuhi keringat yang memancing nafsuku, akupun berniat melanjutkannya.

Aku segera duduk di tempat tidur, lalu kutuntun tubuhnya agar memeknya pas di atas penisku, setelah mencapai posisi ideal, akupun memasukkan penisku ke dalam memeknya yang masih basah, kudengar Ressa mendesah kecil saat penisku berhasil masuk lagi ke dalam memeknya.

Lalu kunaikturumkan tubuh mungilnya semakin cepat sehingga desahan Ressa semakin keras, rambut panjangnya kadang menyentuh wajahku, kurasakan penisku dipijat oleh memeknya lebih keras dari tadi, itu malah membuatku merasa semakin nikmat,

“Ahhh, Had, terusin, Had, Ahhh, lebih cepat lagi, Had”
“Oke, sayang”

Kucepatkan frekuensi tusukanku yang menambah kenikmatan pada Ressa, dia mendesah dengan kenikmatan

“Ahhh, Had, nikmat banget, Had, Ahhhh, Ssssst”

Sementara aku baru kali ini merasakan kenikmatan seperti ini, pijatan pada penisku sangat nikmat, membuatku mendesah kecil sementara tubuhku tak berhenti mengeluarkan keringat, setelah 20 menit kunaikturunkan penisku pada memeknya.

Memek Ressa kembali mengeluarkan cairan hangat, kubaringkan tubuhnya yang sudah lemas lalu kukeluarkan spermaku di dadanya, kamipun terbaring lemas dan berpelukan dalam keadaan telanjang.

“Gimana, Ress?Enak, gak?” Tanyaku
“Wah, enak banget, Wan, baru kali ini aku merasakan kenikmatan seperti ini, terima kasih, ya?” Dia berkata sambil tersenyum padaku

“Aku yang berterima kasih, Ress” Kataku membalas senyumannya

Kamipun segera membersihkan diri, kulap bekas darah perawan Ressa, lalu kami mandi bersama dan kembali menjaga toko, di depan toko sudah berjejer beberapa pelanggan.

Akupun segera membuka pintu dan mmpersilahkan mereka masuk, aku dan Ressa melayani mereka, sampai jam 05.00 Nyonya Dian pulang, dia suka dengan cara kerjaku, dan dia menerimaku menjadi pegawai tetap.

Aku masih meneruskan bercinta dengan Ressa pada saat jam sepi dan seperti tak terjadi apa – apa, aku sungguh beruntung bekerja di toko ini, dan Ressa adalah wanita tercantik dan terhebat yang pernah kutemui.

Incoming search terms:

  • memek anak majikan
  • cerita sex kupaksa
  • Cerita dewasa anak majikan
  • Memek majikanku
  • cerita dewasa anak majikanku nikmat
  • mencicipi memek
  • Nikmatnya anak majikanku
  • cerita sex ngentot memek perawan anak majikan yang cantik dan montok
  • cerita memek sange
  • nikmatnya memek anak majikanku

Tags: #cerita daun muda #cerita dewasa #cerita ngentot #cerita sex #cerita sex perawan #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa – Mencicipi Memek Anak Majikanku"

Penulis: 
    author